Powered by
category Artikel Ilmiah posted by Admins on Senin, 11 Maret 2013 | 14:07 WIB

Ventilator: Banyak Bayi Memerlukan Itu
Dr. dr. M. Sholeh Kosim, SpA(K)


ventilator1.JPG

Bila kita melihat perkembangan pencapaian MDG’s ( Milenium Development Goals) 2015 terutama MDG’s 4 tentang Menurunkan Angka Kematian anak yang masih jauh dari target, kita akan sedih dan prihatin karena salah satu komponennya adalah Angka Kematian Neonatal. Saat ini angka tersebut masih cukup tinggi bila dibanding dengan negara sedang berkembang lainnya. Kenapa hal ini terjadi ?

Penyebabnya adalah masih banyak terjadi kematian neonatal akibat prematuritas, asfiksia dan infeksi. Gangguan napas dapat merupakan kelanjutan dari kondisi tersebut dan sering mengakibatkan kematian bila tidak ditangani dengan sebaik-baiknya. Gangguan napas dapat terjadi dengan manifestasi ringan, sedang dan berat. Semua klasifikasi ini dapat menyenbabkan hipoksia yaitu keadaan kadar oksigen di dalam darah kurang dari normal. Hipoksia akan menjadi pangkal bencana karena dapat mengakibatkan disfungsi organ yang terkena. Hipoksia harus segera ditangani dengan pemberian atau terapi oksigen.Terapi oksigen tergantung pada kondisi hipoksianya dapat diberikan melalui: kateter nasal, masker, head box dan yang paling berat dengan ventilator mekanik.

Fasilitas kesehatan perinatal yang tersedia saat ini sangat terbatas untuk terapi oksigen. Tidak semua puskesmas dan rumah sakit memilikinya. Terutama ventilator yaitu suatu alat ventilasi mekanik yaitu alat yang dapat memberi bantuan napas pada bayi sementara bayi karena satu dan lain hal paru nya tidak dapat berfungsi. Alat ini sangat diperlukan oleh bayi dengan gangguan napas berat dan semestinya tersedia sebagai fasilitas di rumah sakit rujukan. Begitu pentingnya alat ini sehingga suatu rumah sakit rujukan tidak dapat disebut memiliki Pelayanan Perinatal Level 3 apabila tidak memiliki NICU (Neonatal Intensive Care Unit) yang di dalamnya harus tersedia ventilator mekanik. Apabila alat ini tersedia maka diharapkan kasus bayi dengan gangguan napas berat dapat ditangani dan diharapkan kematian dapat dicegah.

Alat ini sangat mahal harganya termasuk biaya pemeliharaannya serta harus dioperasionalkan oleh tenaga yang mahir. Sedemikian mahalnya alat ini sehingga tidak semua rumah sakit dapat memilikinyua. Secara jujur dapat dikatakan bahwa apabila Sistem Rujukan Perinatal berjalan lancar dan mantap maka alat tersebut tidak perlu dimiliki oleh semua rumah sakit. Sistem Rujukan Perinatal adalah Sistem Regionalisasi Pelayanan Perinatal artinya dalam sistem ini semua bayi harus ditangani sesuai dengan risiko dan kondisi bayi masing masing.

Bayi dengan risiko rendah dapat dirawat oleh bidan atau dokter umum di pelayanan dasar atau pelayanan primer. Bayi ini harus dirawat dengan Sistem Rawat Gabung yaitu bayi dan ibu harus dirawat bersama selama 24 jam. Bayi dengan risiko sedang harus dirawat di level 2 oleh dokter spesialis dengan perawatan spesialistik dengan penunjang kehidupan ( live support) . Bayi dengan risiko tinggi seharus nya dirawat di level 3 dengan fasilitas NICU dengan sistem penyelamat kehidupan ( life saving ) dan ventilator sebagai prasyarat di dalamnya.


Kenyataannya ventilator menjadi barang mewah dan barang langka, pada hal barang ini sangat diperlukan. Bila dilihat dari segi harga memang nilai investasinya sangat mahal dan tidak dapat memberi nilai balik investasi yang cepat karena biaya operasionalnya mahal sehingga tarif jadi mahal. Apalagi pengguna ventilator ini di Rumah Sakit Pemerintah adalah peserta Jamkesmas yang tidak mampu membayar. Nilai balik investasi nya tidak dapat diukur dengan baliknya biaya investasi yang telah ditanam akan tetapi nilai jangka panjang nya. Bila alat ini tersedia di tempat yang tepat, dioperasionalkan dengan tepat oleh tenaga yang tepat dan bayi datang tepat pada waktunya tidak terlambat dibawa atau ditangani, berapa banyak bayi bisa tertolong dan upaya menurunkan Angka Kematian Neonatal bukan hal yang sia sia.

Mungkin sudah saat nya kita semua berpikir dan berusaha untuk menyelamatkan bayi dan menurunkan Angka Kematian Neonatal tersebut dengan pengadaan ventilator di rumah sakit rujukan dalam Sistem Rujukan Perinatal yang mantap….

Ventilator… . Banyak bayi memerlukan itu.

Semarang 6 April 2010
(diambil dari http://mskosim.com/2010/04/ventilator-bayi-perlu-itu/)