Powered by
category Liputan Kegiatan posted by Admins on Senin, 18 Februari 2013 | 16:22 WIB

Musibah banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya pada bulan Januari 2013, membangkitkan keprihatinan tersendiri. Musibah banjir cukup parah, terjadi di pusat pemerintahan negara ini. Banyak bantuan yang sangat mungkin dikerahkan pada saat itu karena lokasi yang relatif mudah terjangkau.

Keprihatinan mendalam timbul melihat kondisi ibu menyusui dan bayi balita di lokasi pengungsian. Hal ini menggerakkan untuk menggagas sebuah program layanan di lokasi pengungsian. Dompet Dhuafa bekerjasama dengan PERINASIA, mewujudkan Program Sahabat Bayi, dengan 3 titik berat cakupan program yaitu : kampanye tentang pentingnya tetap menyusui selama di lokasi pengungsian, pendampingan terhadap ibu menyusui berupa pemberian konseling menyusui dan pengadaaan dapur umum MPASI di lokasi pengungsian.

gbr 1.JPG

Program ini dilakukan selama 9 hari (20-29 Januari 2013), pada 3 lokasi pengungsian, yaitu :
- Posko Dompet Dhuafa RW 08 Cawang, Jakarta Timur
- Posko Dompet Dhuafa Total Komp. Persada II Masjid Al Mujahidin Kel. Gembor, Kec.Periuk, Tangerang, Banten
- Posko pengungsi SDN 04 Penjaringan, Jakarta Utara
- Posko pengungsi di Rt 22/17 Kel. Penjaringan Utara, Jakarta Utara


Daftar nama konselor dan tim MPASI yang terlibat:
1. dr. Hani Purnamasari, SpA (PERINASIA)
2. dr. Yeni Purnamasari (LKC Dompet Dhuafa)
3. drg Annisa Wiraprasti (PERINASIA)
4. dr. Gina Swastika (LKC Dompet Dhuafa)
5. dr. Susan (PERINASIA)
6. Rohayani, AmKeb (LKC Dompet Dhuafa)
7. Meyta Winduka, AMG (LKC Dompet Dhuafa)
8. Sumaryati (LKC Dompet Dhuafa)
9. Aam Amalia (LKC Dompet Dhuafa)

gbr 5.JPG

Kegiatan ini mendapatkan dana operasional sebagai salah satu program kegiatan bidang kesehatan dompet dhuafa, di samping sumbangan perorangan untuk didistribusikan langsung di lokasi pengungsian, antara lain : 1 buah kompor gas 2 tungku, 40 lembar kain jarik, 40 lembar kain sarung, kemeja besar, dan pakaian bayi.

Hasil kegiatan :
1. Penyuluhan pentingnya menyusui di lokasi bencana, pada 159 ibu menyusui
2. Konseling menyusui terhadap 40 ibu hamil dan menyusui
3. Penyediaan dapur umum MPASI dan makanan bagi 103 bayi dan balita
4. Melatih kader lokal untuk memasak MPASI di dapur umum lokasi pengungsian
5. Kampanye pentingnya menyusui di beberapa media komunisasi (tv, radio dan jejaring sosial), antara lain : peliputan program oleh Zakat TV, Trans TV, Radio Dakta, RRI, tips-tips menyusui di lokasi pengungsian di akun twitter @sahabatbayi.

gbr 4.JPG

Beberapa kendala yang dihadapi :
1. Kesulitan dalam mendapatkan data bayi/balita, ibu hamil dan menyusui  yang akurat meskipun sudah berkoordinasi dengan koordinator lapangan di Posko,  hal ini berakibat kurang terjangkaunya sasaran target yang diharapkan.
2. Kesulitan mencari tenaga konselor menyusui yang bersedia turun ke lokasi pengungsian, meskipun sudah berkoordinasi dengan beberapa organisasi terkait.
gbr 2.JPG
(Dilaporkan oleh dr. Hani Purnamasari, SpA dari PERINASIA)