Powered by
category Liputan Kegiatan posted by Admins on Selasa, 20 November 2012 | 16:35 WIB

TOT%20NRP%2017-18%20NOP%202012-2.jpg

Pada 17-18 November 2012, Perinasia telah mengadakan Pelatihan Tenaga Pelatih Resusitasi Neonatus, bertempat di Auditorium dan Ruang Diklat RSAB Harapan Kita, Jakarta. Pelatihan ini diikuti 33 peserta, terdiri dari 31 dokter anak dan 2 dokter obgin.

Perinasia telah menyelenggarakan program pelatihan ini sejak September 1997 (PRA KONAS PERINASIA VI) di Manado. Pelatihan ini berdasarkan panduan dari American Academy of Pediatrics (AAP) dan American Heart Association (AHA). Dalam kurun waktu 15 tahun, setidaknya telah dilaksanakan 4 kali kegiatan Pelatihan Tenaga Pelatih (Training of Trainers/TOT) dan 314 pelatihan untuk Provider.

Pelaksanaan TOT selama ini didukung oleh Latter Day Saint Charities (LDSC)/Humanitarian Services, USA yang dipimpin oleh dr. George H. Groberg, FAAP dari Medical Center for Children & Adolescent, Idaho Falls, USA. Organisasi ini juga telah memberikan bantuan manekin dan peralatan. TOT kali ini adalah yang ke-5 dengan tim pelatih dari Perinasia sendiri.

Tujuan TOT adalah

1.      Menstandarisasi peserta dengan Buku Panduan Edisi 6, tahun 2011.

2.      Meningkatkan jumlah dan distribusi tenaga pelatih resusitasi neonatus.

3.      Menyamakan persepsi mengenai cara melatih resusitasi neonatus.


Peserta TOT diseleksi dari mereka yang sudah LULUS Pelatihan Provider, bekerja dalam penanganan persalinan/bayi baru lahir, memiliki minat dan kapasitas untuk melatih. 

Pelaksanaan TOT

Pelatihan selama 2 hari dimulai pada pukul 08.00 hingga 18.30. Pada hari pertama setelah dilakukan pre-test, peserta diberi teori dan skill station untuk standarisasi dengan panduan resusitasi neonatus edisi 6, 2011. Melalui penyampaian teori tersebut diharapkan peserta dapat memahami pokok-pokok materi agar dapat menyampaikan dengan baik pada saat mereka sudah menjadi pelatih.

 

Pada skill station, peserta diharapkan dapat memahami langkah-langkah klinis yang perlu dikuasai dan disampaikan dalam melatih. Pada hari kedua, acara diawali dengan materi Teknik Melatih dan Keterampilan Perilaku dalam Program Resusitasi Neonatus, dilanjutkan tentang bagaimana mengorganisasi boneka peraga dan peralatan resusitasi, lalu dibahas bagaimana cara menilai peserta latih. Materi ini sangat penting karena dalam suatu pelatihan akan dihadapi peserta latih yang bervariasi dalam tugas dan pendidikan, latar belakang budaya, juga sifat dan cara berinteraksi.

 

Pada prinsipnya yang harus dikuasai peserta dalam TOT ini adalah

a.   Menguasai pokok-pokok teori sesuai panduan

b.   Mendemonstrasikan langkah-langkah resusitasi dengan benar (secara real time, step by step, verbalisasi)

c.    Melakukan ‘coaching’ pada waktu peserta berlatih (peserta diberi kesempatan berlatih step by step, lalu secara real time)

d.   Melakukan evaluasi pencapaian peserta latih

 

Pada sesi ini juga, peserta dalam tim berpraktik mengajar teori dan melatih keterampilan pada sekelompok siswa Akademi Kebidanan. Setiap peserta mendapat kesempatan menyampaikan teori 1-2 topik dan melatih keterampilan siswa Akademi. Peserta TOT dibagi menjadi 7 tim dan setiap tim dibagi lagi menjadi 2 kelompok kecil sehingga ada 14 kegiatan praktik keterampilan.

 

Pelatihan dua hari ini berjalan dengan lancar dan semoga dapat mencapai tujuan yang diharapkan.